Selama Ramadan, Fokuswanda Banten dan PMI Bekerjasama Mengajak Warga Bersedekah Darah

Warga Komplek Taman Mangu Indah sedang melakukan donor darah di Gedung Serba Guna, (12/05/19).

Selama bulan Ramadan, Fokuswanda Banten bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan kegiatan donor darah keliling di wilayah Banten. Salah satunya di Gedung Serba guna, Taman Mangu Indah, Pondok Aren, Tangerang Selatan, (12/05/19).

Fokuswanda (Forum Komunikasi Dermawan Darah) merupakan organisasi dengan anggota pendonor minimal 75 kali donor darah. Organisasi ini menjadi mitra PMI yang membantu memenuhi ketersediaan darah melalui program setetes darah menembus batas.

Kegiatan donor darah rutin dilaksanakan pada hari sabtu dan minggu selama bulan Ramadan. Kegiatan dimulai setelah shalat maghrib hinnga setelah shalat tarawih.

Ketua Fokuswanda Banten, Deddy H. Widodo mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi kekurangan stok darah selama Ramadan.

Deddy H. Widodo, Ketua Fokuswanda Banten

Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum, dengan syarat berusia diatas 17 tahun dan memenuhi kriteria kesehatan calon pendonor. Rangkaian kegiatan diawali dengan melakukan pendaftaran, pemeriksaan kesehatan, kemudian pendonor yang sesuai dengan kriteria sehat PMI, akan dipanggil untuk transfusi darah.

Penulis: Susi Nurdinaningsih

Sambut Ramadan, Mahasiswa UIN Gelar Pawai Untuk Anak-Anak Lapak Pemulung

Kegiatan Pawai bersama anak-anak lapak pemulung untuk menyambut bulan suci ramadan di Jalan Lebak Bulus III, Lapak, Gunung Balong, Lebak Bulus, Jakarta Selatan

Antusias masyarakat menyambut bulan suci ramadan dirayakan dengan beragam cara. Seperti yang dilakukan oleh komunitas Fisip Mengajar UIN Jakarta yang memberikan edukasi ramadan dengan mengelar pawai bersama anak-anak lapak pemulung, Gunung Balong, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Pawai diikuti sekitar 30 peserta anak-anak, dimana peserta merupakan anak-anak yang tergabung dalam sekolah informal Fisip Mengajar.  Pawai ini mengambil rute dimulai dari kediaman lapak pemulung kemudian melewati TPU sekitar dan rute berakhir di kediaman lapak pemulung kembali. Selama pawai peserta seraya melantunkan shalawat yang dipandu oleh para pengurus Fisip Mengajar.

Para peserta tampak mengenakan pakaian muslim dengan dilengkapi atribut ijuk berlapis kertas warna-warni, hiasan pala bertuliskan selamat berpuasa, serta karton warna dengan tulisan marhaban ya ramadhan.

Menurut Ilham, Ketua Fisip Mengajar, kegiatan pawai ini merupakan salah satu bentuk kegembiaraan dalam menyambut bulan suci Ramadan. Tujuan kegiatan ini agar anak-anak dapat mengenal Ramadan dengan mengasyikan dan disambut dengan keceriaan.

Muhammad Ilham (Ketua Fisip Mengajar)

Setelah pawai selesai, kegiatan selanjutnya pembagian roti dan air mineral serta pembagian gantungan kunci dan coklat kepada seluruh peserta. Sebagai tanda apresiasi komunitas Fisip Mengajar kepada anak-anak lapak pemulung yang telah berpartisipasi dalam pawai penyambutan Ramadan. Selain itu, komunitas ini juga membagikan baju bekas kepada anak-anak.

Penulis: Susi Nurdinaningsih

Meriahkan Pemilu, Warga Depok Jaya menghias TPS dengan tema Kampoeng Pemilu Nusantara

Suasana Tempat Pemilihan Suara (TPS) dengan tema “Kampoeng Pemilu Nusantara” di
RW 003, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat

Menyambut Pemilihan Umum (pemilu) serentak 2019, banyak masyarakat berpartisipasi meriahkan pemilu dengan cara unik. Seperti yang dilakukan Warga depok tepatnya di RW 003 Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat yang menghias tempat pemilihan suara (TPS) dengan tema Kampoeng Pemilu Nusantara.

Tema ini terpilih atas kesepakatan musyawarah bersama RT, agar setiap TPS dapat mewakilkan setiap budaya adat nusantara.

“Kita mengadakan pertemuan satu bulan yang lalu untuk menentukan tema, dan semua ingin menggunakan pakaian adatanya masing-masing sesuai permintaan ketua TPS, akhirnya kita namakan Nusantara, jadi setiap wilayah terwakilkan” Syarifuddin, Ketua Pelaksana.

Suasana kemeriahan dari antusias warga dan hiasan TPS serta tugu yang terdiri dari buah-buahan yang melambangkan persatuan blok antar warga

Delapan TPS dalam RW 003 ini disatukan di sebuah lapangan Nanas kawasan tersebut. Setiap TPS dihias dengan berbagai adat Indonesia. Dimulai dari TPS 18 dengan hiasan tema kampoeng Petani Ndeso sampai TPS 23 dihias dengan adat Jawa.

Tugu yang dihias dengan buah-buahan seperti durian, nanas, belimbing, dan pepaya, mewakilkan nama blok yang ada di komplek perumahan. Tugu tersebut juga melambangkan persatuan warga antar blok.

“Tugu itu melambangkan blok kami bersatu sesuai dengan buahnya, durian blok durian, nanas blok nanas, belimbing blok belimbing, dan pepaya blok pepaya dan kami bersatu di RW 003”, Syarifuddin, Ketua Pelaksana.

TPS 19 dengan tema Kampuang Minang, yang dihiasi dengan berbagai atribut khas minang

Setiap TPS dihias dengan atribut yang sesuai adatnya, seperti TPS 19 yang bertema Kampoeng Minang dihias dengan bilik-bilik di sebelah kanan dan kiri pintu masuk. Area dalam TPS juga dihias dengan kain motif minang, banner foto-foto masyarakat minang serta pakaian adat yang dikenakan petugas. Seluruh atribut yang digunakan untuk memberikan suasana asli khas minang.

Petugas bagian pendataan dari TPS 22 dengan tema adat Batak menggunakan aksesoris khas Batak

Tidak hanya TPS yang dihias sesuai dengan adat nusantara, tetapi para petugas TPS juga menggunakan aksesoris adat seperti aksesoris yang dikenakan oleh petugas bagian pendataan warga TPS 22 dengan tema adat Batak. Aksesoris yang digunakan seperti ikat kepala sortali dikenakan oleh petugas perempuan, ulos bittang maratur dikenakan di kepala petugas laki-laki dan selendang ulos ragi hutong yang dikenakan di bahu petugas.

Fasilitas kendaraan odong-odong untuk antar jemput warga yang ingin hadir ke TPS

Menurut Syarifuddin, Harapan diselenggarakanya tema Kampoeng Pemilu Nusantara, agar warga dapat bersilahturahmi dan berpesta rakyat.

Untuk lebih antusias mengajak warga hadir ke TPS, panitia pelaksana juga menggunakan odong-odong untuk antar jemput warga sesuai dengan terminal yang ada di setiap blok komplek.

Hadiah Door Prize berupa tiga sepeda

Untuk menarik perhatian warga, panitia juga mengadakan door prize. Setelah warga sudah memilih, setiap orang diberikan kertas undian dengan nomor tertentu kemudian kertas undian dimasukkan ke dalam kotak door prize yang telah disediakan. Penentuan pemenang akan dikocok setelah berakhirnya waktu pemungutan suara. Tiga pemenang terpilih akan mendapatkan hadiah masing-masing satu sepeda.

Bazar makanan dan minuman yang terletak di area depan gapura pintu masuk

TPS Kampoeng Pemilu Nusantara, juga dimeriahkan dengan bazar makanan dan minuman. Makanan yang dijual adalah nasi uduk, gorengan dan kue. Sedangkan minuman seperti air mineral, es teh, es jeruk, dan es buah. Pedagang bazar merupakan warga yang sukarelawan berpartisipasi dalam memeriahkan pemilu di TPS ini.

Pemeriksaan tensi darah dari fasilitas yang disediakan oleh Posko Kesehatan TPS Kampoeng Pemilu Nusantara

Berbeda dengan TPS pada umumnya, Panitia TPS ini memberikan fasilitas layanan kesehatan. Setelah memilih warga dapat mengunjungi Posko Kesehatan yang berada di depan arena bazar. Di Posko kesehatan, warga dapat berkonsultasi dan memeriksa golongan darah, serta dapat memeriksa tensi darah.

Pasangan suami-istri yang mengabadikan foto setelah melakukan pemilihan di TPS 24 Kampoeng Betawi

Tak hanya menikmati fasilitas yang disediakan, sebagian warga juga mengabadikan foto. Salah satunya seperti yang dilakukan pasangan suami-istri berfoto dengan mengangkat jari kelingking dengan warna tinta ungu yang menandakan bukti telah memilih calon pemimpin pilihannya. Dan latar suasana foto juga dilengkapi dengan ondel-ondel di sebelah kanan dan kiri sesuai dengan atribut khas TPS 24 Kampoeng Betawi

Penulis dan editor: Susi Nurdinaningsih

Foto: Susi Nurdinanigsih

Komunitas Olahraga Gratis, Mengajak Sehatkan Diri Bersama

Olahraga bersama workout embassy di Lantai 7, Parkiran Plaza Semanggi, Jakarta. (24/03/19)

Sebagian masyarakat tidak berolahraga dengan alasan tidak memiliki waktu luang dan biaya olahraga yang mahal. Tetapi berbeda dengan tempat olahraga biasa, Komunitas Workout Embassy (WE) melakukan kegiatan olahraga dengan memanfaatkan area parkir mall dan anggota terbebas dari pungutan biaya.

Andy Fit, Pelatih Workout Embassy mengatakan Komunitas ini bergerak dibidang kesehatan dengan memiliki misi sosial yaitu memasyarakatkan olahraga dengan menghadirkan kegiatan olahraga secara gratis yang terbuka untuk umum. Tidak hanya itu, komunitas juga melakukan kegiatan lainnya seperti berdonasi untuk kegiatan sosial dan melakukan pemungutan sampah (plogging) di sekitar bundaran HI saat car free day.

Anggota komunitas sedang melakukan salah satu gerakan akhir dari metode calisthenics

Dalam pola pelatihanya, komunitas ini menerapkan metode calisthenics. Metode tanpa menggunakan beban tambahan, hanya menggunakan berat tubuh sebagai beban olahraganya. Untuk memastikan setiap anggota melakukan gerakan olahraga dengan benar, anggota dibedakan menjadi tiga kelas sesuai dengan kemampuanya. Kelas beginner, kelas intermediate dan kelas advanced.

Kegiatan komunitas ini juga sudah memiliki lebih dari 100 anggota dengan beragam usia, latar belakang, pekerjaan, dan tujuan olahraga. Seperti salah satu anggota kelas beginner, Siti Maryamah yang bergabung dengan tujuan menjaga kesehatan di usia kepala tiga.

Untuk menjadi anggota baru komunitas tidak perlu mendaftar, hanya langsung datang ke lokasi kegiatan. Kegiatan olahraga ini rutin dilakukan setiap hari senin dan rabu pukul 19.30 WIB di area parkir mobil mall Plaza Semanggi lantai 9 dan lantai 7, jika hujan. Atau dapat mengunjungi salah satu sosial media mereka, instagram @workoutembassy untuk mengetahui informasi yang lebih jelas.

Penulis: Susi Nurdinaningsih

Hobi Bernyanyi, Akhirnya Membentuk Kemandirian

Nadya Neema saat membuka sesi latihan paduan suara SMAN 8 di kediaman Ketua paduan suara,
Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (10/03/2019)

Menikmati akhir pekan dapat dilakukan dengan berbagai hal. Bagi sebagian mahasiswa, libur akhir pekan diisi dengan bersantai dirumah, berolahraga, menonton film, rapat organisasi, bahkan mengerjakan tugas kuliah. Tetapi lain hal dengan mahasiswi S1 Ilmu komunikasi Universitas Indonesia, bernama Nadya Neema. Ia lebih memilih menghabiskan waktu akhir pekan dengan menyalurkan hobi menyanyinya melalui mengajar paduan suara. Salah satu yang diajar adalah paduan suara “Gita Suara Delapan” dari SMAN 8, Jakarta Selatan.

Nadya Neema saat memperkenalkan lagu yang akan dinyanyikan oleh Gita Suara Delapan

Neema, panggilan akrabnya, memiliki hobi bernyanyi sejak kecil. Membagikan ilmu bernyanyi dengan mengajar telah ia lakukan sejak berada di bangku SMA kelas 12 hingga saat ini, mahasiswi semester 6.

Menjadi seorang guru paduan suara, tidak sengaja ia lakukan. Hal itu bermula dari krisis keuangan yang dialami keluarganya. Akhirnya, Neema memberanikan diri untuk menjadikan hobinya sebagai alat bantu keuangan keluarga serta memenuhi kebutuhan pribadinya secara mandiri.

Berawal dari keterpaksaan, kini mengajar paduan suara juga telah menjadi hobinya.

” Prestasi saya di dunia ngajar meningkat, dan sudah jadi hobi juga”, kata Nadya Neema.

Karina Audria, anggota kelompok suara sopran sedang menghafalkan nada bagiannya

Pertemuan pertama mengajar “Gita Suara Delapan” , Nemma akan mengajarkan lagu berjudul ” Janger”. Lagu Janger merupakan lagu yang berasal dari Bali. Lagu ini menggambarkan suka cita remaja putra dan putri Bali.

Lagu Janger menjadi lagu pilihan Gita Suara Delapan untuk berkompetisi dalam perlombaan water day yang diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Neema sedang berlatih nada dengan piano, sebelum pemberian materi instrumen nada diberikan

Tidak hanya pandai bernyanyi, Neema juga pandai bermain alat musik piano. Bermain piano juga merupakan hobi yang sama berartinya dengan hobi bernyanyi yang ia sukai.

Melatih nada dengan piano, selalu ia lakukan pada saat mengajar. Piano selalu ia gunakan sebagai alat untuk mempermudah pemberian materi instrumen nada kepada anak-anak yang diajarkannya.

Neema sedang memberikan latihan untuk kelompok bass

Sebagai latihan awal, agar latihan lebih produktif. Neema memberikan pelatihan bergilir sesuai kelompok dengan tipe jenis suara yang sama. Kelompok dibagi menjadi empat, suara sopran, suara alto, suara bass, dan suara tenor.

Tipe suara tersebut masing-masing dikelompokkan menjadi dua, suara sopran dan alto dilakoni oleh perempuan, sedangkan suara bass dan tenor oleh laki-laki.

Neema memandu seluruh kelompok bernyanyi bersamaan sesuai dengan pembagian nadanya

Selesai memberikan pelatihan per-kelompok, Neema memandu semua kelompok untuk bernyanyi bersamaan sesuai dengan pembagian nada yang telah ditentukan sebelumnya.

Bernyanyi bersamaan bukan berarti saling mengadu suara secara serentak, melainkan bernyanyi sesuai urutan waktu masuk nada yang telah dibagi. Hal itu perlu dilakukan untuk menguji ketepatan intonasi nada mereka agar menghasilkan kesatuan irama yang indah.

Kelompok tipe suara sorpan sedang berlatih bersama

Setiap kelompok mencoba latihan kekompakan nada bersama sesuai dengan jenis kelompoknya seperti yang dilakukan oleh kelompok sorpan. Tujuannya, agar setiap kelompok memiliki keseragaman nada yang tepat dan kompak sebelum bergabung bernyanyi bersama dengan kelompok suara lain.

Karina Audria, anggota kelompok sorpan sedang latihan membaca nada

Tidak hanya latihan berkelompok, latihan per-individu juga diperlukan, terutama dalam menghafal nada dan pengaturan nafas. Hal ini menjadi penting, karena penampilan individu menentukan kekompakan kelompok demi mewujudkan hasil akhir yang manis.

Situasi setelah sesi latihan berakhir, disambut dengan gembira, bersantai dan bercanda

Di akhir sesi, Neema memberikan evaluasi dari hasil latihan dan mengakhiri latihan. Penutupan sesi latihan disambut gembira oleh anak didiknya dengan bersantai dan bercanda bersama setelah berlatih selama 2 jam.